Shintia memiliki 5 botol air berukuran 61 ml, 25 ml, 13 ml, 7 ml dan 3 ml. Awalnya ia memiliki X ml air di baskom dan hendak mendapatkan Y ml air dengan cara menakar air (penakaran harus bulat) tersebut ke botol-botol dan tidak boleh ada air tersisa di baskom. Contoh: pada baskom terdapat 10 ml air dan ia hendak mendapatkan 3 ml air. Pertama 10 ml tersebut akan dituangkan ke dalam botol berkapasitas 13 ml, lalu akan dituangkan 3 ml air ke botol yang berkapasitas 3 ml sampai full dan akhirnya ia mendapatkan 3 ml air (2 penuangan) dan tersisa 7 ml air pada botol berkapasitas 13 ml. Sekarang ia memiliki 31 ml air di baskom dan hendak mendapatkan 6 ml air. Jika total penuangan yang dilakukan tidak lebih dari 5 kali dan harus ada air dalam tiap botol, berapakah ml jumlah air pada dua botol dengan air tersedikit pada akhir penuangan? (catatan : penuangan dilakukan sampai botol yang dituangkan air penuh atau isi botol/baskom yang menuangkan air sudah habis)
31 ke 25 sisa 6 6 ke 61 25 ke 13 --- sisa 12 12 ke 7 --- sisa 5 5 ke 3 --- sisa 2
jumlah tersedikit = 3+2 = 5 ml
7 ml . setelah dilakukan penuangan beberapa kali
7
Pada botol 61 mL, kita mengisi seluruh 31 mL air yang kita punya. Pada botol 25 mL, kita mengisi hingga 25 mL, menyisakan 6 mL pada botol 61 mL. Kemudian kita menuangkan 25 mL air tsb. pada botol 13 mL, menyisakan 12 mL air pada botol 25 mL. Kemudian kita menuangkan 13 mL air tsb. pada botol 7 mL, menyisakan 6 mL air. Kemudian kita menuangkan 7 mL air tsb. pada botol 3 mL, menyisakan 4 mL pada botol 7 mL.
Dua botol dengan air tersedikit adalah botol 3 mL, yang berisi air 3 mL, dan botol 7 mL, yang bersisa 4 mL. 3 + 4 = 7 mL.
Air 6 mL didapatkan dari sisa penuangan 13 mL air ke botol air 7 mL.
Masuk untuk menulis jawaban